Dugaan Ada Penyimpangan Volume Yang Tidak Sesuai dengan Spesifikasi Teknis Proyek Pembangunan Lapangan SDN 7 Pagaralam

 


Pagaralam,Viraltimes.id- ​Temuan kami di  lapangan ,Dugaan Ketidaksesuaian Spesifikasi Teknis Proyek Pembangunan Lapangan SDN 7 Pagar Alam

​Data Proyek Berdasarkan Papan Informasi:

​Kegiatan: Belanja Modal Pembangunan Lapangan SDN 7 Pagar Alam.(04/01/2026)

​Nomor Kontrak: 002/420/SP/DIKBUD.DIKDAS/2025.

​Nilai Kontrak: Rp. 426.372.000,-.

​Pelaksana: CV. PURPLE MULTI KREASINDO.

​Sumber Dana: APBD Kota Pagar Alam Tahun Anggaran 2025.

​Poin-Poin Temuan di Lapangan:

​Ketebalan Beton Tidak Memadai: Berdasarkan pengukuran langsung di lapangan menggunakan alat ukur, ditemukan ketebalan cor beton hanya berkisar 10 cm atau bahkan kurang di beberapa titik. Ketebalan ini dianggap sangat tipis untuk standar lapangan sekolah dengan nilai kontrak hampir setengah miliar rupiah.

​Kualitas Struktur Beton (Honeycombing): Terlihat adanya rongga atau lubang-lubang pada bagian samping dan bawah beton yang menunjukkan proses pemadatan yang tidak maksimal atau campuran material yang kurang berkualitas (beton keropos).

​Ketiadaan Pondasi yang Layak: Hasil observasi video menunjukkan bahwa struktur beton hanya menumpang di atas material lama (paving blok/bata) dengan rongga kosong di bawahnya, tanpa adanya struktur pondasi atau pengerasan tanah dasar yang memadai. Hal ini berisiko tinggi menyebabkan bagunan amblas atau retak dalam waktu singkat.

​Pekerjaan Drainase yang Kurang Rapi: Saluran air atau drainase di sekeliling lapangan terlihat dikerjakan dengan penyelesaian (finishing) yang kasar, tidak diplester dengan baik, dan dipenuhi puing serta sampah sisa material.

Mohon agar instansi terkait (Dinas Pendidikan dan Inspektorat Kota Pagar Alam) melakukan peninjauan kembali dan audit teknis terhadap progres proyek ini sebelum dilakukan serah terima hasil pekerjaan, guna memastikan uang negara dipergunakan sesuai dengan spesifikasi yang telah disepakati dalam kontrak.

Kami pun Mencoba untuk konfirmasi melalui chat  WhatsApp kepada bapak Novi selaku kepala dinas pendidikan,sampai saat ini tidak ada Respon jawaban, 

Lalu  kami mencoba konfirmasi melalui  telpon whatsapp kepada kontraktor yang bernama Robi ,jawab dia " saya siap kalau secara volume tapi mau di Bawak sampai kemana kalau masalah kerapian saya belum tentu paham setau saya pekerjaan itu sudah benar,memang ketebalan pengecoran 10 cm,jadi dimana yang salah nya, gini aja kita langsung kelapangan saja .saya akan ajak konsultan kita cek di lapangan masalah pekerjaan saya."ujarnya.

Bahtum Ketua DPC Akpersi Asosiasi Keluarga Pers Indonesia  Mengecam  kepada Dinas Terkait Dan BPK,APH Untuk Meninjau  dan meriksa Ulang Proyek tersebut karena Diduga ini Sangat Merugikan Keuangan Negara.

Priando

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama