KOTA JANTHO/Aceh Besar – ViralTimes.id
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Aceh Besar mengambil langkah tegas terkait masa depan kawasan transmigrasi. Kepastian pengelolaan lahan menjadi fokus utama dalam audiensi bersama masyarakat transmigrasi dari Kecamatan Kota Jantho dan Seulimeum.
Audiensi penting tersebut digelar di Aula Disnakertrans Aceh Besar, Kota Jantho,
Pertemuan yang berlangsung hangat namun serius itu membahas secara komprehensif rencana pengembangan Kawasan Transmigrasi Jantho dan Seulimeum. Data masyarakat transmigrasi di kedua kawasan strategis tersebut disebut telah tuntas dihimpun, mulai dari tingkat kabupaten hingga Kementerian Transmigrasi.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Aceh Besar, Rahmawati,S.Pd., M.Si., menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan kepastian hukum dan mendorong kemandirian ekonomi warga transmigrasi.
Menurutnya, pemerintah tidak main-main soal pemanfaatan lahan. Lahan yang telah diberikan negara, baik untuk lahan pekarangan tempat tinggal maupun lahan usaha pertanian, wajib dikelola secara serius, produktif, dan berkelanjutan.
“Lahan yang sudah diberikan sejauh ini masih ada yang belum diberdayakan. Ke depan, kami menegaskan agar lahan tersebut dapat dikelola dan dimanfaatkan secara produktif. Jika tidak dikelola, pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap pemanfaatannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Rahmawati dengan nada serius.
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak akan membiarkan lahan transmigrasi yang sangat berharga menjadi lahan tidur atau terlantar.
Lebih jauh, Rahmawati menjelaskan bahwa pemerintah juga akan mendorong percepatan *proses sertifikasi lahan* bagi masyarakat transmigrasi. Sertifikasi ini krusial untuk memberikan kepastian hukum dan rasa aman bagi warga dalam mengelola lahannya.
Tak hanya soal sertifikat, Disnakertrans juga akan mengarahkan pengembangan kawasan ke pola yang lebih modern dan terencana, termasuk penentuan komoditas unggulan yang sesuai dengan karakteristik tanah dan iklim di masing-masing wilayah Jantho dan Seulimeum.
Langkah ini diharapkan dapat mengubah kawasan transmigrasi dari sekadar tempat tinggal menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri dan sejahtera di Kabupaten Aceh Besar.
Audiensi tersebut disambut positif oleh masyarakat transmigrasi yang hadir. Mereka berharap dukungan pemerintah terus berlanjut, terutama dalam hal pendampingan, bibit unggul, dan akses pasar.(Rian)
