KEJAR TARGET 100% SEBELUM AKHIR TAHUN: KASATKER PJN III ACEH TURUN LANGSUNG MONEV JEMBATAN SEGENE BALEK - PROGRES SUDAH 41,55%

 


ACEH TENGAH __ViralTimes.id

 Komitmen Kementerian PUPR untuk memastikan infrastruktur di Aceh tetap kokoh pasca bencana kembali dibuktikan. Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) III Provinsi Aceh turun langsung melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) ke Jembatan Segene Balek yang berada pada ruas PPK 3.3 Provinsi Aceh, 

Monev ini bukan sekadar kunjungan formalitas, melainkan langkah tegas untuk memastikan pembangunan jembatan yang menjadi urat nadi masyarakat Aceh Tengah ini berjalan sesuai mutu, waktu, dan anggaran.

Jembatan Vital Yang Sempat Lumpuh Akibat Bencana

Diketahui, Jembatan Segene Balek merupakan salah satu infrastruktur vital yang terdampak parah akibat Bencana Hidrometeorologi pada November 2024 lalu. Bencana banjir bandang dan longsor kala itu memutus akses utama pada ruas Jalan Kabupaten Aceh Tengah, sehingga melumpuhkan aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.

Kerusakan jembatan ini sempat membuat warga harus memutar puluhan kilometer dan menghambat distribusi hasil pertanian dari pedalaman Aceh Tengah.

Melihat urgensi tersebut, Ka Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Zulkarnaini, melalui PJN III Aceh , M. Abdul Azis G, S.T., M.T.  bergerak cepat melakukan  permanen dengan membangun kembali Jembatan Segene Balek dengan konstruksi yang jauh lebih kuat dan tahan terhadap bencana.

Kasatker PJN III Kualitas Nomor Satu, Jangan Main-Main!

Dalam kunjungan Monev tersebut, Kasatker PJN III Provinsi Aceh bersama tim PPK 3.3, konsultan pengawas, dan pelaksana kontraktor meninjau langsung setiap detail pekerjaan di lapangan. Mulai dari struktur bawah jembatan, abutment, hingga progres pengecoran dan pabrikasi rangka.

Kasatker menegaskan, tidak ada toleransi untuk pekerjaan asal-asalan.

"Jembatan Segene Balek ini adalah simbol kebangkitan Aceh Tengah pasca bencana. Saya datang langsung untuk memastikan kualitasnya. Saya tidak mau dengar ada pengurangan mutu. Ini uang rakyat, ini untuk keselamatan rakyat. Harus kuat, harus tahan gempa dan banjir," tegas Kasatker PJN III Aceh di sela-sela Monev.

Ia juga meminta agar kontraktor menambah man power dan jam kerja jika diperlukan, serta tetap memperhatikan faktor keselamatan kerja (K3) dan lingkungan.

Kabar baiknya, hingga Jumat (18/09/2026), progres fisik pembangunan Jembatan Segene Balek menunjukkan tren yang sangat positif.

Progres saat ini sudah mencapai 41,556% dari total target. Angka ini dinilai on the track dan bahkan sedikit di atas jadwal (progresif).

PPK 3.3 Provinsi Aceh, Mulyadi mengatakan pihaknya akan optimis, jika cuaca mendukung dan tidak ada kendala material, jembatan ini akan bisa difungsionalkan 100% sebelum akhir tahun 2026.

"Alhamdulillah progres 41,556% ini adalah hasil kerja keras tim di lapangan. Struktur bawah sudah selesai 90%, tinggal erection rangka baja dan pengecoran lantai jembatan. Kami akan terus kebut siang malam," ujar PPK 3.3

Dengan terbangunnya kembali Jembatan Segene Balek, diharapkan konektivitas antar kecamatan di Aceh Tengah kembali pulih total. Ekonomi rakyat akan kembali berputar, anak-anak sekolah tidak lagi takut menyeberang sungai, dan hasil panen kopi Gayo bisa lancar sampai ke pasar.(Rian)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama