Patroli tersebut melibatkan Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Maros Baru, Ketua Karang Taruna Baju Bodoa, para Ketua RT, serta anggota Tagana. Mereka menyusuri beberapa wilayah yang selama ini dikenal rawan terdampak luapan air dan genangan banjir.
Dengan mengenakan perlengkapan lapangan, rombongan menyambangi permukiman warga, saluran air, hingga titik-titik aliran sungai yang debitnya mulai meningkat. Camat Maros Baru tampak aktif berdialog dengan warga, sekaligus memastikan kesiapsiagaan semua unsur jika sewaktu-waktu terjadi banjir.
“Kita tidak boleh menunggu sampai bencana datang baru bergerak. Hari ini kita pastikan semua siap: jalur evakuasi, posko, dan koordinasi antar tim,” tegas Camat Maros Baru di sela-sela patroli.
Ketua KSB Maros Baru menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiagakan relawan di beberapa titik strategis dan siap melakukan evakuasi jika kondisi memburuk. Sementara itu, Karang Taruna Baju Bodoa dan para Ketua RT turut berperan aktif dalam mengingatkan warga agar tetap waspada dan menyiapkan langkah antisipasi di rumah masing-masing.
Anggota Tagana juga memastikan perlengkapan darurat dan logistik dalam kondisi siap digunakan sewaktu-waktu.
Patroli ini sekaligus menjadi bukti kuat sinergi antara pemerintah kecamatan, relawan, dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Hingga saat ini, kondisi masih terpantau terkendali, namun seluruh pihak tetap diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan masih tinggi.
Pemerintah Kecamatan Maros Baru mengimbau masyarakat untuk:
Tetap waspada terhadap kenaikan air
Mengamankan barang-barang penting
Segera melapor ke aparat setempat jika terjadi kondisi darurat
( S A K T I )
