SURABAYA-viraltimes.id, Peran pramuwisata sebagai duta bangsa kembali ditegaskan dalam Musyawarah DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Surabaya yang berlangsung di Gedung Siola, Sabtu (3/1/2026).
Forum tersebut secara demokratis memilih Agustina Sutiarini sebagai Ketua DPC HPI Surabaya untuk masa bakti 2026–2030.
Agustina memenangkan pemilihan dengan 34 suara, unggul jauh dari Faizal yang memperoleh 8 suara. Terpilihnya Agustina, yang sebelumnya menjabat sebagai bendahara, mencerminkan kesinambungan visi dalam membangun organisasi profesi pramuwisata.
Ketua DPD HPI Jawa Timur, Pram Sujai Asmed, menekankan bahwa regenerasi kepemimpinan adalah keniscayaan. “Ini dinamika demokrasi. HPI harus terus menyesuaikan diri dengan tuntutan pariwisata modern,” ujarnya.
Agustina menyampaikan bahwa fokus utamanya adalah peningkatan kapasitas dan pendampingan anggota baru. “Kami yang senior memiliki tanggung jawab moral untuk membimbing generasi berikutnya agar mampu berkembang dan membawa HPI lebih maju,” katanya.
Menurut Asmed, tantangan pramuwisata di Surabaya sangat kompleks. Kota ini menuntut pemandu wisata untuk terus memperdalam pengetauan. “Wisatawan yang datang ke Surabaya rata-rata kritis dan berwawasan luas. Pramuwisata harus selalu update,” tegasnya.
Dukungan pemerintah daerah turut menguatkan langkah tersebut. Herlambang dari Disbudpora Kota Surabaya mendorong HPI agar aktif menyusun program edukasi dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia demi peningkatan profesionalisme anggota.
*Jejak Langkah HPI*
Sebagai asosiasi resmi pemandu wisata, HPI berdiri sejak 1983 dan bersifat non-profit serta non-politik. Di Jawa Timur terdapat sekitar 420 anggota, meski yang aktif sekitar 75 orang. Namun peran mereka sangat strategis.
“Pramuwisata adalah wajah Indonesia,” ujar Agustina. “Mereka bukan sekadar pemandu, tetapi duta negara yang mencerminkan keramahan, kecerdasan, dan nilai-nilai luhur bangsa di hadapan wisatawan dunia.”
redho/Nurdin
