BANDA ACEH – viraltimes.id, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh melaporkan sebanyak 89.582 hektare (ha) lahan sawah di berbagai kabupaten/kota terdampak banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada akhir tahun 2025. Bencana ini diperkirakan menyebabkan kerugian ekonomi di sektor pertanian mencapai lebih dari Rp 1 triliun.
Menanggapi kondisi darurat tersebut, Kepala Distanbun Aceh, Ir. Cut Huzaimah, MP, menyatakan bahwa pemerintah tengah memprioritaskan langkah-langkah pemulihan bagi para petani. Fokus utama saat ini meliputi:
Penyaluran Benih Gratis: Distanbun mengupayakan bantuan benih bagi petani yang lahannya masih memungkinkan untuk ditanami kembali guna menjaga ketahanan pangan daerah.
Ia juga mengatakan Untuk lahan yang mengalami kerusakan fisik parah akibat endapan lumpur tebal, pemerintah merencanakan program rehabilitasi lahan secara menyeluruh.
Kementerian Pertanian (Kementan) telah berkomitmen menerjunkan tim teknis mulai Januari 2026 untuk melakukan pendataan detail dan pendampingan penanaman kembali secara terukur tanpa biaya bagi petani.ujarnya
Laporan menunjukkan kerusakan terjadi hampir menyeluruh di wilayah pesisir timur dan utara Aceh, dengan beberapa area sawah tertutup lumpur tebal yang mengubah bentang alam. Distanbun Aceh terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan bantuan sosial dan paket kemanusiaan bagi keluarga petani juga tersalurkan secara paralel dengan bantuan sarana produksi pertanian.
Hingga awal Januari 2026, pendataan real-time terus dilakukan untuk memastikan validitas data lahan puso (gagal panen) agar proses klaim asuransi tani maupun penyaluran bantuan pemerintah tepat sasaran.tutupnya
(M4DD1)
