Sergai – Viraltimes.id, Jum'at, 9/1/2026.
Sekretaris Jenderal Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Triga Nusantara Indonesia (TriNusa), Maulana Hutabarat, angkat bicara menanggapi maraknya pemberitaan negatif terkait PTPN IV Regional I Kebun Tanah Raja, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan buruknya kinerja dan lemahnya pengawasan internal di kebun milik BUMN tersebut.
Hal itu disampaikan Maulana kepada awak media melalui sambungan telepon seluler, Kamis (8/1/2026).
Maulana menyoroti banyaknya temuan lapangan yang diberitakan media, mulai dari ketidakpatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) hingga dugaan pelanggaran norma ketenagakerjaan.
Sorotan tersebut ditujukan kepada PTPN IV Regional I Kebun Tanah Raja, sebagai perusahaan perkebunan milik negara di bawah naungan Kementerian BUMN.
Berbagai dugaan pelanggaran terjadi di Kebun Tanah Raja, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.
Pernyataan disampaikan Maulana pada Kamis, 8 Januari 2026, menyikapi pemberitaan yang terus berulang dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Maulana, banyaknya pemberitaan negatif menandakan adanya persoalan serius yang tidak ditindaklanjuti secara maksimal, meskipun seharusnya PTPN IV rutin diaudit dan diawasi.
“Secara pribadi saya sangat terkejut, karena hampir semua pemberitaan yang muncul bernada negatif. Ini menunjukkan Kebun Tanah Raja terkesan tidak profesional dan bobrok dalam menjalankan kinerjanya,” ujar Maulana.
Ia merinci sejumlah temuan yang ramai diberitakan media, antara lain:
Karyawan bekerja tanpa alat pelindung diri (APD) lengkap
Pekerja tetap bekerja meski di hari libur.
Dugaan pekerja anak di bawah umur.
Berondolan tidak dikutip dan pelepah sawit gondrong.
Bendera Merah Putih di kantor kebun tampak kusam dan robek.
Maulana menilai, apabila temuan-temuan tersebut benar, maka hal itu mencerminkan kegagalan sistem pengawasan dan audit internal.
“Yang menjadi pertanyaan besar, kenapa setelah banyaknya pemberitaan itu tidak terlihat perubahan signifikan. Ini menimbulkan dugaan bahwa fungsi pengawasan dan audit tidak berjalan sebagaimana mestinya,” tegasnya.
Ia bahkan menyebut adanya dugaan ‘main mata’ antara pihak kebun dengan tim audit, sehingga kesalahan yang sama terus berulang dan terkesan dibiarkan hingga menjadi budaya kerja.
Melalui pemberitaan ini, Maulana meminta Menteri BUMN bersama Manajemen Holding PTPN agar melakukan evaluasi menyeluruh dan mengambil tindakan tegas.
“Saya berharap pemerintah, khususnya Menteri BUMN melalui Manajemen PTPN Holding dan PTPN IV Regional I, bertindak tegas terhadap seluruh pihak terkait, baik karyawan pelaksana hingga pimpinan, jika terbukti melakukan pelanggaran. Tujuannya agar Kebun Tanah Raja bisa berbenah dan menjadi lebih baik ke depan,” pungkasnya.
Subur
