Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh dinamika kader pada Selasa-Rabu, 6-7 Januari 2026, bertempat di Aula Gedung PD DDI Kabupaten Maros. RTK diikuti oleh jajaran pengurus, anggota, kader, serta alumni PMII Komisariat STAI DDI Maros.
Ketua Panitia, Sahabat Muh. Farhan Muyashar, dalam laporan kepanitiaannya menyampaikan bahwa RTK memiliki peran strategis dalam menilai jalannya kepengurusan selama satu periode sekaligus merumuskan rekomendasi program kerja yang lebih progresif dan berkelanjutan.
“RTK bukan hanya forum pertanggungjawaban, tetapi juga ruang merancang masa depan komisariat agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman,” ujar Sahabat Farhan.
Sambutan Ketua Komisariat PMII STAI DDI Maros yang diwakili oleh Sahabat Ishak Maulana, selaku Wakil Ketua I Bidang Kaderisasi, menegaskan bahwa RTK bukan sekadar agenda formal organisasi.
“RTK adalah ruang dialektika kader untuk membaca realitas zaman dan menjawab tantangan pergerakan mahasiswa ke depan. Momentum ini penting untuk mengoreksi diri, memperkuat kaderisasi, serta meneguhkan kembali nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai landasan berpikir dan bergerak PMII,” ungkapnya.
RTK kali ini terasa berbeda karena Alimin, Ketua Umum PMII Komisariat STAI DDI Maros, tidak dapat membersamai kegiatan akibat sedang berjuang melawan penyakit yang dideritanya. Meski demikian, absennya beliau tidak mengurangi semangat dan militansi para peserta yang tetap mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias dan penuh tanggung jawab.
Selama pelaksanaan RTK, peserta secara aktif membahas laporan pertanggungjawaban pengurus, melakukan evaluasi program kerja, serta menyusun rekomendasi strategis yang menyentuh aspek kaderisasi, intelektual, dan gerakan sosial. Diskusi berlangsung dinamis dengan mengedepankan nilai demokratis, kritis, serta prinsip kolektif-kolegial yang menjadi ciri khas PMII.
Ketua PC PMII Maros yang diwakili oleh Sahabat Alif Al Isra, selaku Sekretaris Cabang, dalam sambutannya menyampaikan bahwa RTK juga menjadi ruang konsolidasi ide dan gagasan kader.
“RTK harus mampu memperkuat eksistensi PMII Komisariat STAI DDI Maros sebagai organisasi kader yang responsif terhadap isu keumatan, kebangsaan, dan keilmuan,” tegasnya.
Puncak RTK ditandai dengan terpilihnya Sahabat Muhammad Ishak sebagai Ketua Komisariat PMII STAI DDI Maros yang baru, serta Sahabati Nurasyah sebagai Ketua Korps PMII Putri (KOPRI) Komisariat STAI DDI Maros. Terpilihnya keduanya merupakan hasil dari proses kaderisasi dan dialektika panjang yang mencerminkan nilai-nilai demokrasi, kebersamaan, serta tanggung jawab kolektif dalam tubuh organisasi. Amanah yang diberikan diharapkan mampu membawa komisariat dan KOPRI ke arah yang lebih progresif, responsif, dan berdaya saing.
Keluarga besar PMII Komisariat STAI DDI Maros berharap kepemimpinan yang baru dapat melanjutkan estafet perjuangan organisasi, memperkuat gerakan intelektual, serta mengokohkan PMII sebagai ruang kaderisasi yang berlandaskan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah dan prinsip keadilan sosial.
“Semoga Ketua Komisariat terpilih senantiasa diberikan kekuatan, kebijaksanaan, serta konsistensi dalam memimpin dan mengabdi untuk organisasi, kader, dan masyarakat,” demikian pernyataan resmi PMII Komisariat STAI DDI Maros.
Dengan semangat Bertakwa, Berilmu, dan Beramal, PMII Komisariat STAI DDI Maros optimis kepemimpinan baru ini mampu menghadirkan wajah organisasi yang lebih solid, visioner, dan berdampak nyata bagi kampus maupun masyarakat luas.(*)
