LSM GMBI Maros Kecam PT KAI: Jalan Samping Rel di Ongkoe Rusak Parah, Warga Jadi Korban

MAROS,ViralTimes.id — KOGADE LSM GMBI Maros melontarkan kritik keras terhadap PT Kereta Api Indonesia (KAI) atas kondisi jalan di samping lintasan rel kereta api di Dusun Ongkoe, Desa Tellumpoccoe, Kecamatan Marusu, yang hingga kini dibiarkan rusak parah dan tak terurus.

Jalan tersebut mengalami kerusakan serius, minim pencahayaan, serta drainase yang tidak berfungsi. Kondisi ini bukan hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga telah lama menjadi penyebab kecelakaan dan ancaman nyata bagi keselamatan dan kesehatan warga dan pengguna jalan.

“Ini bukan sekadar rusak, tapi sudah masuk kategori pembiaran. Kami melihat ada kelalaian serius dari pihak yang bertanggung jawab,” tegas perwakilan KOGADE LSM GMBI Maros.

LSM GMBI menilai PT KAI sebagai pemilik dan pengelola aset terkesan lepas tangan dan tidak menunjukkan itikad serius untuk memperbaiki akses jalan yang setiap hari digunakan masyarakat.

Kerusakan drainase juga memicu genangan air dan lumpur, yang dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan pencemaran lingkungan di sekitar permukiman warga.

Saat dikonfirmasi oleh awak media, Kepala Desa Tellumpoccoe, H. Danial, bersama Kepala Dusun Ongkoe, Sahrir, membenarkan kondisi tersebut.

“Sejak tahun lalu sebenarnya kami sudah ingin menganggarkan perbaikannya lewat Dana Desa. Tapi karena status jalan itu milik PT KAI setelah pembebasan lahan, maka itu menjadi tanggung jawab penuh mereka,” ungkap H. Danial.

Pernyataan tersebut semakin menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi PT KAI untuk terus mengabaikan kondisi jalan tersebut.

LSM GMBI menegaskan, jika pembiaran ini terus berlanjut, maka ini bukan lagi sekadar persoalan teknis, tetapi sudah masuk ke ranah pengabaian keselamatan publik.

“Jangan tunggu ada korban jiwa baru sibuk perbaikan. Negara tidak boleh kalah dengan lubang dan genangan,” tegas LSM GMBI.

KOGADE LSM GMBI Maros mendesak PT KAI dan pihak terkait untuk segera turun ke lapangan, melakukan audit kondisi, dan segera memperbaiki jalan tersebut secara menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam.(*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama