Demi Menyenangkan Orang Tua, Cewek Cantik Ini Rela Berbohong Mengaku Pramugari

 


Viraltimes.id, Sabtu 10/1/2026

Kesedihan kadang tidak datang seperti badai, tapi seperti kabut di landasan, perlahan, dingin, dan menutup pandangan. Di dalam kabut itulah Khairun Nisya berdiri. Seorang cewek cantik 23 tahun asal Palembang, membawa koper besar, seragam rapi, dan kebohongan yang beratnya melebihi batas bagasi kabin. Ia bukan kriminal. Ia hanya anak yang terlalu ingin pulang sebagai “orang berhasil”.

Data berbicara jujur, bahkan ketika hati tak sanggup. Dikutip dari Kompas.com, Nisya sempat mendaftar sebagai pramugari Batik Air, namun tidak lolos seleksi. Kegagalan itu bukan akhir, tapi rasa malu menjadikannya jurang. Ia takut pada satu hal yang paling manusiawi, mengecewakan orang tua. Maka ia memilih jalan sunyi yang keliru, menyamar sebagai pramugari Batik Air dengan membeli seragam, name tag, dan koper melalui online shop.

Kasat Reskrim Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, menyebut motifnya sederhana sekaligus menyayat, “Yang bersangkutan mengenakan baju maskapai dalam rangka supaya keluarganya percaya.” Kalimat itu seperti lonceng duka. Betapa dunia memaksa anak-anaknya berbohong demi terlihat berhasil. Nisya memakai seragam itu saat menuju bandara di Palembang, dengan niat berganti pakaian setelah tiba. Namun waktu tak memihak. Jadwal mepet. Ia naik pesawat tetap berseragam hingga mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.

Secara teknis, Nisya membeli tiket sebagai penumpang. Namun penampilannya membuat ia disangka extra crew. Ia lolos hingga onboard, sebelum akhirnya penyamaran runtuh. Ia tak bisa menjawab pertanyaan dasar sebagai awak kabin. Kebohongan yang dibangun rapi oleh kain dan aksesori ambruk oleh satu hal, kenyataan. Saat pesawat mendarat, petugas avsec sudah menunggu.

Polisi menyatakan tidak ditemukan indikasi tindak pidana maupun pelanggaran lain. Batik Air memilih jalan damai. “Batik Air tidak melakukan penuntutan. Namun bersangkutan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya dan menyita semua atribut Batik Air yang dipakai,” ujar Yandri. Hukum selesai. Tapi duka baru dimulai.

Kasus ini viral berawal dari unggahan akun X @ndymanoballl pada Selasa, 7 Januari 2026. Akun tersebut memperingatkan publik tentang FA palsu Batik Air, disertai empat foto yang menunjukkan betapa sempurnanya penyamaran Nisya. Seragam putih, bawahan batik merah, tanda pengenal, rambut disanggul rapi, koper besar, ikon-ikon profesionalisme yang ternyata menyimpan air mata.

Identitasnya kemudian terungkap. Nama lengkapnya Khairun Nisya, berasal dari Muara Kuang, Sumatera Selatan. Ia diduga membuat ID card palsu bertuliskan nama “Nisya”. Jejak digitalnya di TikTok @callmesyaaa memperlihatkan konten seolah ia pramugari sungguhan, sebelum akun itu dihapus usai viral.

Dalam video klarifikasinya, Nisya berkata dengan suara bergetar. Ia mengakui penerbangan Batik Air rute Palembang–Jakarta ID 2058 pada 6 Januari 2026, menggunakan atribut pramugari. Ia menegaskan, bukan pramugari Batik Air. Ia meminta maaf kepada Batik Air dan Lion Group.

Ini bukan sekadar data kriminal, karena tak ada kriminal. Ini data kesedihan. Tentang anak yang gagal seleksi, lalu gagal jujur. Tentang seragam yang lebih dipercaya daripada air mata. Tentang sebuah kebohongan kecil yang lahir dari cinta besar, lalu runtuh di hadapan publik, meninggalkan satu ikon paling pedih, anak yang ingin membanggakan orang tuanya, tapi justru patah di landasan hidup.

Ia jahit malu di dada perih,

Gagal seleksi jadi luka pedih,

Seragam dibeli menutup sedih,

Demi orang tua, ia rela tersisih

Di langit palsu ia sempat lirih,

Topeng senyum rapuh retak letih,

Viral menghujam tanpa belas kasih.

Foto Ai hanya ilustrasi

Copas dari abang Rosadi Jamani

(Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama