Kota Cirebon,Viraltimes.id- (Kamis, 15/1/2026), – Dandim 0614/Kota Cirebon, Letkol Arm Drajat Santoso, S.Kom bersama Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, S.A.P., M.Si mendampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Jenderal Pol (Purn) Agus Andrianto, dalam kegiatan Panen Raya Serentak Program Ketahanan Pangan serta Pelepasan Ekspor ke-3 produk Cocoshade, yang dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cirebon, Jalan Kesambi RT 03 RW 05 Kesambi Baru, Kelurahan Kesambi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong produktivitas warga binaan melalui kegiatan pertanian dan perikanan yang berkelanjutan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, rombongan melaksanakan panen padi jenis Inpari 32 yang ditanam di lahan seluas kurang lebih 6.000 meter persegi di area Lapas Kelas I Cirebon. Hasil panen gabah tersebut kemudian diserap langsung oleh Perum Bulog sebagai bentuk dukungan terhadap stabilitas pangan dan kesejahteraan petani.
Selain panen padi, kegiatan juga dilanjutkan dengan panen ikan nila dari kolam budidaya yang dikelola di lingkungan lapas, serta penebaran benih ikan lele sebagai upaya pengembangan sektor perikanan dan pembinaan kemandirian warga binaan.
Rangkaian acara ditutup dengan pelepasan ekspor ke-3 produk Cocoshade dengan tujuan negara Spanyol. Pelepasan ekspor ini menjadi bukti bahwa hasil karya dan pembinaan di lingkungan pemasyarakatan mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi dan berdaya saing internasional.
Dandim 0614/Kota Cirebon, Letkol Arm Drajat Santoso, S.Kom menyampaikan bahwa TNI siap mendukung penuh program ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian yang dilaksanakan oleh berbagai instansi, termasuk di lingkungan pemasyarakatan. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan kementerian terkait diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kegiatan kerja sama pengelolaan ketahanan pangan ini merupakan wujud nyata sinergi lintas sektor antara TNI, pemerintah daerah, dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung program strategis nasional. Menurutnya, pemanfaatan lahan yang ada di lingkungan Lapas untuk kegiatan pertanian dan perikanan tidak hanya berkontribusi terhadap ketersediaan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan keterampilan dan kemandirian bagi warga binaan agar memiliki bekal positif setelah kembali ke masyarakat.
Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan, serta mendapat apresiasi dari seluruh pihak yang hadir.(pendim0614)*
(SURYA ASIA)
