Banjir Tak Pernah Usai, Warga Margorukun Kecewa: Janji Normalisasi Parit Hilang Usai Pilkada



 Viraltimes  January 9, 2026

Tanjung Jabung Barat, JambViraltimes.id, Kekecewaan mendalam dirasakan warga Desa Margorukun RT 10, Dusun Suka Damai, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Pasalnya, banjir yang berulang kali melanda wilayah mereka tak kunjung mendapat penanganan serius dari pemerintah. Janji normalisasi parit yang disebut-sebut telah dianggarkan sejak tahun 2025 hingga kini tak pernah terwujud.

Luapan air parit yang mengalami pendangkalan menjadi pemicu utama banjir. Setiap hujan deras turun, air dengan cepat meluber ke pemukiman warga dan lahan pertanian. Ironisnya, hingga kini warga tak pernah melihat adanya aktivitas alat berat ataupun pekerjaan fisik di lapangan.

“Dari 2025 sampai sekarang, normalisasi parit hanya sebatas janji. Tidak ada kabar, tidak ada pekerjaan. Kami warga di sini sudah sangat kecewa,” tegas Sugi, perwakilan warga RT 10, kepada awak media.

Sugi menyebutkan, warga mempertanyakan kejelasan anggaran yang katanya sudah turun dari pemerintah pusat hingga ke daerah. Namun realisasi di lapangan nihil, sementara banjir terus berulang dan semakin merugikan masyarakat.

“Anggarannya katanya ada, tapi kok di lapangan tidak jalan sama sekali. Jangan sampai masyarakat menilai ini hanya formalitas laporan saja,” ujarnya dengan nada kecewa.

Dampak banjir bukan hanya merendam rumah warga, tetapi juga menghantam sektor pertanian. Sejumlah kebun pinang dan kelapa sawit milik warga dilaporkan rusak parah, bahkan banyak tanaman yang tumbang akibat genangan air berkepanjangan.

“Petani paling merasakan dampaknya. Hasil panen rusak, tanaman mati, penghasilan turun. Siapa yang bertanggung jawab?” ungkap Sugi.

Warga pun khawatir jika persoalan ini terus dibiarkan, banjir akan meluas dan berdampak ke desa-desa lain di Kecamatan Senyerang. Mereka mendesak instansi pemerintah terkait segera turun tangan sebelum kondisi semakin parah.

“Kami minta pemerintah jangan menunggu sampai korban bertambah. Ini bukan sekadar keluhan, tapi jeritan warga,” katanya.

Lebih jauh, kekecewaan warga semakin memuncak karena janji-janji penanganan banjir kerap disampaikan menjelang Pilkada, namun menghilang setelah pesta demokrasi usai.

“Waktu Pilkada, janji manis. Setelah selesai, kami dilupakan. Jangan jadikan banjir ini alat politik,” keluh salah seorang warga.

Kini, warga Desa Margorukun RT 10 Dusun Suka Damai hanya menuntut satu hal: tindakan nyata, bukan sekadar janji. Mereka berharap pemerintah daerah segera merealisasikan normalisasi parit agar banjir tahunan yang menghantui kehidupan warga dapat segera dihentikan.

Apriandi Tj

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama