Kasat Lantas Polres Aceh Tengah Tinjau Lokasi Tanah Longsor Jalan Blang Mancung–Simpang Balek, Arus Lalu Lintas Masih Aman Dilalui

 



Aceh Tengah – Viraltimes.id,  Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Aceh Tengah AKP Aiyub, S.E., M.H., meninjau langsung lokasi tanah longsor dan tanah amblas di Kampung Pondok Balek, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Jumat (16/1/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi keamanan jalan serta kelancaran arus lalu lintas pada ruas Jalan Blang Mancung–Simpang Balek yang menghubungkan Kabupaten Aceh Tengah dengan Kabupaten Bener Meriah.

Dalam kegiatan itu, Kasat Lantas didampingi Reje Kampung Pondok Balek Aliono, personel Polsek Ketol, serta personel BKO Brimob Polda Aceh. Lokasi longsor berada di sisi kanan jalan dari arah Simpang Balek menuju Blang Mancung dan merupakan lahan perkebunan milik warga.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa pergerakan tanah amblas di Kampung Pondok Balek telah terpantau sejak tahun 2002. Kondisi tersebut semakin membesar pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,2 pada tahun 2013 hingga membentuk lubang besar.

“Pada Minggu, 11 Januari 2026, kembali terjadi longsoran tanah sepanjang kurang lebih 13 meter dengan kedalaman sekitar 40 meter. Longsoran ini menyebabkan pelebaran lubang dan semakin mendekati badan jalan yang menghubungkan Kampung Blang Mancung, Aceh Tengah, dengan Kampung Simpang Balek, Bener Meriah,” jelas Kapolres.

Kasat Lantas AKP Aiyub saat meninjau lokasi menyampaikan bahwa hingga saat ini ruas jalan tersebut masih dibuka dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun demikian, pengguna jalan diimbau untuk tetap hati-hati.

“Kami mengimbau masyarakat agar mengurangi kecepatan dan berhati-hati saat melintas. Apabila kondisi memburuk dan jalan harus ditutup, jalur alternatif telah disiapkan,” ujar AKP Aiyub.

Ia menambahkan, jalur alternatif pertama dapat dilalui melalui Dusun Paya Benyet, sekitar 100 meter sebelum lokasi longsor, yang masih berada di wilayah Kampung Pondok Balek. Selain itu, pengguna jalan juga dapat melalui jalur alternatif Kecamatan Kute Panang.

Sebagai langkah pengamanan, pihak kepolisian telah memasang garis polisi (police line) dan water barrier di sekitar lokasi longsor. Dalam waktu dekat, rambu-rambu peringatan dan imbauan lalu lintas juga akan dipasang guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Sementara itu, Reje Kampung Pondok Balek Aliono menjelaskan bahwa longsor kembali terjadi pada 26 November 2025 dan disusul longsor susulan saat gempa bumi Gunung Burni Telong, Kabupaten Bener Meriah, pada 30 Desember 2025. Curah hujan tinggi serta kondisi tanah berpasir turut memperparah pergerakan tanah hingga saat ini.

“Sejak bencana alam 26 November 2025 hingga longsor susulan yang terjadi sekarang, diperkirakan luas tanah yang amblas mencapai sekitar 100 meter persegi dan terus mendekati badan jalan,” ungkap Aliono.

Pihak kepolisian bersama pemerintah kampung dan instansi terkait akan terus melakukan pemantauan perkembangan kondisi tanah demi menjamin keselamatan masyarakat dan pengguna jalan.

Red

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama